Tuesday, May 19, 2015

Sistem Ekskresi Manusia



Biologi - Pada posting Sistem Ekskresi Manusia akan membahas materi Biologi tentang Sistem Ekskresi Manusia. Berikut selengkapnya.
Manusia memang tidak terlepas dari sifat alamiah untuk melakukan ekskresi. Tubuh manusia melakukan ekskresi zat-zat yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Oleh karena itu, diperlukan Sistem Ekskresi pada tubuh Manusia agar proses dalam tubuh manusia berjalan dengan baik dan normal.

PENGERTIAN

Sistem Ekskresi Manusia
Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine (ginjal), keringat (kulit), empedu (hati), dan CO(paru-paru). Zat-zat tersebut harus dikeluarkan dari tubuh agar tidak mengganggu sistem kerja tubuh. Sedangkan Sekresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang masih diperlukan oleh tubuh yang berupa cairan substansi kimia berbentuk lendir (enzim dan hormon) oleh sel dan kelenjar. Dalam tubuh manusia terdapat dua tipe kelenjar yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.


Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal.
Sedangkan Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah, termasuk kelenjar hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata.

ORGAN - ORGAN SISTEM EKSKRESI


1.Ginjal

Manusia memiliki sepasang Ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan-kiri pada ruas tulang belakang. Letak Ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari sebelah kanan. Ginjal memiliki bentuk seperti biji kacang berwarna merah dengan panjang sekitar 7,5 - 10 cm dan berat 200 gram. Ginjal dibungkus oleh selaput ginjal.
Fungsi ginjal: Menyaring darah, menjaga tekanan osmosis, mempertahankan keseimbangan air tubuh, keseimbangan asam-basa tubuh, mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh.

Bagian Ginjal: 


  1. Korteks(kulit ginjal), terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. 
  2. Medula(sumsum ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut(piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
  3. Rongga ginjal(pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

Gangguan Ginjal:


1. Uremia
Tertimbunnya urea dalam darah sehingga mengakibatkan keracunan.
2. Albuminuria
Urine mengandung albumin(protein) yang disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
3. Diabetes insipidus
Penyakit kekurangan hormon vasopresin atau hormon antidiuretik(ADH) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine berlimpah mencapai 20 liter.
4. Diabetes melitus
Terdapat glukosa dalam urine. Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.
5. Nefritis
Gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.
6. Batu ginjal
Adanya endapan garam kalsium di dalam kantong kemih
7. Gagal ginjal
Ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
8. Hematuria
Urin mengandung darah karena adanya kerusakan pada glomerulus.


2. Kulit

Kulit manusia terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis. Kulit juga merupakan alat ekskresi, karena kulit mengeluarkan keringat. Keringat keluar melalui pori-pori kulit. Keringat mengandung air dan garam-garam mineral. Lapisan - lapisan pada kulit:

1. Epidermis(lapisan kulit ari)

Merupakan bagian terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yaitu: 
a. Lapisan tanduk/stratum korneum 

1.     Lapisan paling luar dan tersusun dari sel yang telah mati.

2.     Mudah terkelupas.

3.     Tidak memiliki pembuluh darah dan syaraf sehingga tidak terasa sakit dan tidak mengeluarkan darah bila lapisan ini mengelupas.

b. Lapisan malpighi 

1.     Tersusun dari sel-sel hidup.

2.     Terdapat pigmen yang memberikan warna kulit dan melindungi dari sinar matahari.

3.     Terdapat ujung syaraf.

2. Dermis(lapisan kulit jangat)

Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan epidermis. Di lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut: 

1.     Pembuluh darah untuk mengangkut zat-zat makanan ke rambut.

2.     Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.

3.     Ujung syaraf. Yang terdiri dari korpuskulus pacini(reseptor tekanan), korpuskulus meissner’s(reseptor raba/sentuhan), korpuskulus ruffini(reseptor panas), reseptor rasa nyeri, dan korpuskulus krause(reseptor dingin).

4.     Kelenjar minyak. Menghasilkan minyak yang berfungsi untuk meminyaki rambut dan kulit agar tidak kering.

5.     Kantong rambut merupakan tempat tertanamnya akar rambut.


3. Jaringan bawah kulit/hipodermis(subkutaneus)

Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan. 

Gangguan pada kulit

1.       Jerawat merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.

2.       Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit karena tungau(Sarcoptes scabies).

3.       Pruvitus kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul rasa gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensorik perifer.

4.       Eksim atau alergi merupakan penyakit kulit karena infeksi atau iritasi bahan luar yang termakan atau menyentuh kulit.

5.       Gangren adalah kelainan pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk di bagian tertentu salah satunya akibat penekanan pada pembuluh darah tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).

3.Paru - Paru

Paru - paru juga merupakan salah satu alat ekskresi karena didalam paru-paru terdapat pengeluaran CO2 dan Uap air.

Fungsi paru-paru: 


Paru-paru berfungsi sebagai tempat pertukaran O2 dan CO2 yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya penjaga keseimbangan asam basa tubuh. Bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh. 

Gangguan pada paru-paru: 

  1. Asma atau sesak nafas. Disebabkan alergi terhadap benda-benda asing yang masuk hidung.
  2. Kanker paru-paru. Disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi yang memengaruhi pertukaran das di paru-paru.
  3. Emfisema adalah penyakit pembengkakan alveolus yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit.

4.Hati

Hati terletak di rongga perut sebelah kanan tepatnya dibawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg. 

Fungsi hati: 


  1. Menyimpan glikogen (gula otot) yang merupakan hasil perombakan dari glukosa karena hormon insulin.
  2. Menetralkan racun.
  3. Membentuk protrombin (untuk pembekuan darah).
  4. Tempat perombakan provitamin A menjadi vitamin A.
  5. Tempat pembentukan urea dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
  6. Tempat pembentukan sel darah merah (pada janin).
  7. Sebagai organ ekskresi yang bertugas merombak eritrosit (sel darah merah).

Gangguan pada hati: 

  1. Penyakit wilson merupakan penyakit keturunan dengan kadar zat tembaga dalam tubuh yang berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan fungsi hati.
  2. Hepatitis merupakan radang atau pembengkakan hati.
  3. Sirosis merupakan penyakit hati yang kronis dan mengakibatkan guratan pada hati sehingga hati menjadi tidak berfungsi.


Sekian posting Sistem Ekskresi Manusia semoga bermanfaat untuk menambah wawasan agan semua, terimakasih sudah mampir di blog ini :)

0 comments:

Post a Comment